POLIGAMI


POLIGAMI





Pertanyaan: 
Mengapa  seorang  pria  diperbolehkan  untuk  memiliki  lebih  dari  satu  istri  dalam  Islam?  Mengapa  poligami diperbolehkan dalam Islam? 

Jawaban: 

Definisi Poligami 
Poligami  merupakan  suatu  sistem  perkawinan  dimana  seseorang  memiliki  lebih  dari  satu pasangan. 

Poligami  dapat  dibagi  menjadi  dua  kategori.  
Salah  satunya  adalah  poligini  di  mana seorang  pria  menikah lebih  dari  satu  wanita,  
dan  yang  lainnya  adalah  poliandri,  dimana  seorang wanita  menikah  dengan  lebih  dari  satu  orang  pria.  

Dalam  Islam,  poligami  diperbolehkan  dalam batasan  tertentu, sedangkan  poliandri  benar-benar  diharamkan .  

Kembali  pada  pertanyaan  semula, mengapa seorang pria diperbolehkan untuk memiliki lebih dari satu istri? 

Qur'an mengizinkan poligami dalam batasan tertentu. 
Seperti  yang  disebutkan  sebelumnya,  bahwa  Qur'an  adalah  satu-satunya  kitab  agama  di  muka bumi  ini  yang  menyatakan  "menikah  hanya  dengan  satu  pasangan '.  

Konteks  kalimat  tersebut adalah dipetik  dari  ayat  Al  Quran Surat  An Nisa ayat  3:

"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."
(An Nisaa 4:3)

Sebelum  Al  Qur'an  diturunkan,  tidak  ada  batasan  atas  poligini  dan  banyak  orang  yang  memiliki puluhan  istri,  beberapa  bahkan  ratusan.  Islam  menempatkan  batas  atas  adalah  empat  istri.  Islam memberikan  izin  orang  untuk  menikah  dua,  tiga  atau  empat  wanita,  hanya  dengan  syarat  bahwa seorang  suami  dapat  berlaku  adil  dengan  para  istri  istrinya.  

Dipertegas  kembali  pada  ayat  129 surat  yang  sama  mengatakan bahwa: 

"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(An Nisaa 4:129)

Oleh  karena  itu  poligami  bukan  aturan  tapi  pengecualian.  

Banyak  orang  yang  salah  paham  bahwa itu  adalah  wajib  bagi  seorang  Muslim  untuk  memiliki  lebih  dari  satu  istri.  

Secara  umum,  Islam memiliki  lima kategori  dari  hal-hal  yang  boleh dan tidak  boleh dilakukan, yaitu: 
a.    'Fardu'  yang  berarti  wajib/harus dilaksanakan 
b.    'Mustahab/Sunnah'  yaitu dianjurkan/didorong  untuk  dilaksanakan 
c.    'Mubah'  yakni  diperbolehkan atau diizinkan 
d.    'Makruh'  yaitu tidak  dianjurkan atau lebih  baik  ditinggalkan 
e.    'Haram' yaitu dilarang atau harus ditinggalkan/dihindari 

Poligini  merupakan  kategori  yang  berada  di  tengah,  yaitu  hal-hal  yang  diperbolehkan.  Hal  ini tidak  bisa  dikatakan  bahwa  seorang  Muslim  yang  memiliki  istri  dua,  tiga  atau  empat  adalah seorang  Muslim  lebih  baik  sebagai  dibandingkan  dengan  seorang  Muslim  yang  hanya  memiliki satu istri. 

Rata-rata rentang kehidupan wanita lebih lama daripada pria 

Secara  alami,  pria  dan  wanita  lahir  di  sekitar  rasio  yang  sama.  Seorang  anak  perempuan  memiliki kekebalan  lebih  dari  seorang  anak  laki-laki.  Seorang  anak  perempuan  dapat  melawan  kuman  dan penyakit  lebih  baik  daripada  anak  laki-laki.  Untuk  alasan  ini,  selama  usia  anak-anak  sendiri terdapat  lebih  banyak  kematian  pada  anak  laki-laki  dibandingkan  anak  perempuan.  Selama perang,  terdapat  lebih  banyak  pria  yang  tewas  dibandingkan  dengan  wanita.  Pria  lebih  banyak meninggal  karena  kecelakaan  dan  penyakit  dibandingkan  wanita.  Rentang  hidup  rata-rata  wanita lebih  lama  daripada  pria,  dan  pada  waktu  yang  sama  ditemukan  bahwa  lebih  banyak  wanita  yang menjadi janda daripada lelaki yang menjadi duda. 

Populasi penduduk wanita di dunia lebih banyak daripada penduduk pria 

Di  Amerika  Serikat,  jumlah  wanita  7,8  juta  lebih  banyak  dari  jumlah  pria.  New  York  saja memiliki  1  juta  wanita  lebih  banyak  dibandingkan  dengan  jumlah  pria,  dan  penduduk  pria  New York  sepertiganya  adalah  gay  atau  penyuka  sesame  jenis.  Amerika  Serikat  secara  keseluruhan memiliki  lebih  dari  25 juta gay.  Gay  berarti  bahwa  para  pria tersebut  tidak  ingin menikahi  wanita. Penduduk  wanita  di  Inggris  4  juta  lebih  banyak  dibandingkan  dengan  penduduk  pria.  Jerman memiliki  5  juta  lebih  banyak  wanita  dibandingkan  dengan  pria.  Rusia  memiliki  wanita  yang jumlahnya  9  juta  lebih  banyak  dari  penduduk  pria.  Hanya  Allah  yang  tahu  tepatnya  berapa  juta lebih wanita yang hidup di seluruh dunia dibandingkan dengan pria. 

Membatasi setiap orang untuk hanya memiliki satu istri bukan cara yang praktis 

Bahkan jika setiap  satu orang  pria  menikah  dengan  seorang  wanita,  masih  akan ada  lebih  dari  tiga puluh  juta  wanita  di  Amerika  Serikat  yang  tidak  bisa  mendapatkan  suami  (mengingat  bahwa  dua puluh  lima  juta  penduduk  Amerika  adalah  gay).  Akan  ada  lebih  dari  4  juta  wanita  di  Inggris,  5 juta  wanita  di  Jerman  dan  sembilan  juta  wanita  di  Rusia  sendiri  yang  tidak  akan  dapat mendapatkan suami. Kebanyakan wanita tidak  ingin berbagi  suami  dengan  wanita lain.  Tapi  dalam  Islam  ketika wanita Muslim  memandang  situasi  ini  benar-benar  diperlukan  dalam  iman,  mereka  bisa  menanggung kerugian  pribadi  yang  relatif  lebih  kecil  untuk  untuk  mencegah  kerugian  yang  lebih  besar  bagi saudara Muslim lainnya. 

Al  Qur’an  adalah  satu-satunya  Kitab  Suci  bagi  umat  agama  Islam  di  dunia  yang mengatakan,"Menikahlah dengan hanya satu pasangan". 

Seperti  yang  disebutkan  sebelumnya,  Al  Qur’an  adalah  satu-satunya  kitab  suci  di  muka  bumi  ini, yang  dalam  ayatnya  menyuratkan  kalimat  'menikahlah  dengan  hanya  satu  pasangan'.  Tidak  ada kitab  agama  lain  yang  memerintahkan  pria  untuk  hanya  menikahi  satu  istri.  
Tulisan  suci  agama lain  pun  tidak  ada  yang  mengisyaratkan  hal  tersebut,  apakah  itu  Veda,  Ramayana,  Mahabharata, Geeta,  Talmud  atau  Alkitab  tidak  ada  yang  menyatakan  mengenai  pembatasan  jumlah  istri. 
Menurut  salah  satu  tulisan  suci  tersebut  hanya  disebutkan  untuk  bisa  menikah  dengan  satu keinginan.  Hanya  berupa  himbauan  di  kemudian  hari,  bahwa  pemuka  umat  Hindu  dan  Pihak Gereja  Kristen  yang  membatasi  jumlah  istri  hanya  satu.  Banyak  tokoh  agama  Hindu,  sesuai dengan  Kitab  Suci  mereka,  memiliki  banyak  istri.  Dashrat  raja,  ayah  dari  Rama,  memiliki  lebih dari  satu  istri.  Kresna  memiliki  beberapa  istri.  
Pada  jaman  dulu,  umat  Kristen  diizinkan  untuk memiliki  istri  sebanyak  yang  mereka  inginkan,  karena  Alkitab  mereka  tidak  membatasi  jumlah istri  yang  dapat  dinikahi.  Sampai  pada  akhirnya  beberapa  abad  yang  lalu  dewan  Gereja  Kristen membatasi  jumlah  istri  hanya  satu  orang.  
Poligini  juga  diijinkan  dalam  Yudaisme.  Menurut  Kitab Talmud,  Abraham  mempunyai  tiga  istri,  dan  Raja  Salomom  bahkan  memiliki  ratusan  istri. 
Praktek  poligini  terus  berlangsung  sampai  masa  Rabbi  Gershom  bin  Yehudah  (960  CE  untuk 1030  M)  mengeluarkan perintah  yang  melarang  hal  tersebut.  
The  Sephardic,  komunitas  Yahudi yang  tinggal  di  negara-negara Muslim, terus  melakukan  praktek  Poligini  hingga  akhir  tahun  1950,  sampai  suatu  Undang-undang Pemimpin Pendeta Yahudi  Israel  diperbaharui  mengenai  larangan menikahi  lebih  dari  satu istri. 

(Dr. Zakir Naik)

Create Multiple Income Stream for FREE

Keistimewaan Surat Al-Ikhlas


Surat al-Ikhlas atau Qul Huwallahu Ahad barangkali adalah surat favorit bagi kebanyakan orang (muslim tentunya). Sebab surat ini sangat pendek dan mudah dihafalkan.




Karena itu banyak yang menggunakan surat ini untuk mengisi bacaan surat-surat setelah al-Fatihah pada sholat. Apakah anda juga begitu?

Tidak mengapa jika memang iya. Sebab surat al-Ikhlas ini memang banyak fadhilah dan keistimewaannya. Banyak hadis yang menunjukkan akan hal itu.Apa saja ? Berikut ini beberapa keistimewaan surat al-Ikhlas:

1. Surat Al Ikhlas Setara dengan Tsulutsul Quran ?
Hal ini berdasarkan hadits :

"Dari Abu Said (Al Khudri) bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang membaca dengan berulang-ulang Qul huwallahu ahad. Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut dengan nada seakan-akan merendahkan surat al Ikhlas. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al Quran". (HR. Bukhari no. 6643) [Ada yang mengatakan bahwa yang mendengar tadi adalah Abu Said Al Khudri, sedangkan membaca surat tersebut adalah saudaranya Qotadah bin Numan.]

Begitu juga dalam hadits:

"Dari Abu Darda dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Quran dalam semalam?" Mereka mengatakan, "Bagaimana kami bisa membaca seperti Al Quran?" Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Quran." (HR. Muslim no. 1922)

An Nawawi mengatakan, dalam riwayat yang lainnya dikatakan : "Sesungguhnya Allah membagi Al Quran menjadi tiga bagian. Lalu Allah menjadikan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) menjadi satu bagian dari 3 bagian tadi." Lalu Al Qodhi mengatakan bahwa Al Maziri berkata, "Dikatakan bahwa maknanya adalah Al Quran itu ada tiga bagian yaitu membicarakan (1) kisah-kisah, (2) hukum, dan (3) sifat-sifat Allah.

Sedangkan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) ini berisi pembahasan mengenai sifat-sifat Allah. Oleh karena itu, surat ini disebut sepertiga Al Quran dari bagian yang ada. (Syarh Shohih Muslim, 6/94)

Apakah Surat Al Ikhlas bisa menggantikan sepertiga Al Quran? Maksudnya adalah apakah seseorang apabila membaca Al Ikhlas sebanyak tiga kali sudah sama dengan membaca satu Al Quran 30 juz? [Ada sebagian orang yang meyakini hadits di atas seperti ini.] Jawabannya: Tidak. Karena ada suatu kaedah: "Sesuatu yang bernilai sama, belum tentu bisa menggantikan."

Itulah surat Al Ikhlas. Surat ini sama dengan sepertiga Al Quran, namun tidak bisa menggantikan Al Quran. Salah satu buktinya adalah apabila seseorang mengulangi surat ini sebanyak tiga kali dalam shalat, tidak mungkin bisa menggantikan surat Al Fatihah (karena membaca surat Al Fatihah adalah rukun shalat, pen).

Surat Al Ikhlas tidak mencukupi atau tidak bisa menggantikan sepertiga Al Quran, namun dia hanya bernilai sama dengan sepertiganya.

Pertanyaannya : Apakah jika seseorang memiliki kewajiban kafaroh, dia cukup membaca dzikir ini? Jawabannya : Tidak cukup dia membaca dzikir ini. Karena sesuatu yang bernilai sama belum tentu bisa menggantikan. (Diringkas dari Syarh Al Aqidah Al Wasithiyyah 97-98, Tafsir Juz Amma 293)

2. Membaca Al-Ikhlas 10x menyebabkan Allah membangunkan rumah di surga

Sebuah hadis mengatakan :"Barang siapa membaca surah al Ikhlash hingga selesai 10x, maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di surga." [HR. Ahmad]

3. Membaca surat Al Ikhlash sebab mendapatkan kecintaan Allah

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb telah menceritakan kepada kami pamanku yaitu Abdullah bin Wahb, telah menceritakan kepada kami Amru bin Harits dari Sa'id bin Abu Hilal bahwa Abu Rijal Muhammad bin Abdurrahman, telah menceritakan kepadanya dari ibunya Amrah binti Abdurrahman, saat itu ia berada di rumah Aisyah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seorang lelaki dalam suatu sariyyah (pasukan khusus yang ditugaskan untuk operasi tertentu). Laki-laki tersebut ketika menjadi imam shalat bagi para sahabatnya selalu mengakhiri bacaan suratnya dengan "QUL HUWALLAHU AHAD."

Ketika mereka pulang, disampaikan berita tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau bersabda: "Tanyakanlah kepadanya kenapa ia melakukan hal itu?" Lalu mereka pun menanyakan kepadanya. Ia menjawab, "Karena didalamnya terdapat sifat Ar Rahman, dan aku senang untuk selalu membacanya." Mendengar itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah Ta'ala juga mencintainya." (HR. Bukhari)

Ibnu Daqiq Al Ied menjelaskan perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam "Kabarkan padanya bahwa Allah mencintainya". Beliau mengatakan, "Maksudnya adalah bahwa sebab kecintaan Allah pada orang tersebut adalah karena kecintaan orang tadi pada surat Al Ikhlash ini. Boleh jadi dapat kitakan dari perkataan orang tadi, karena dia menyukai sifat Rabbnya, ini menunjukkan benarnya itiqodnya (keyakinannya terhadap Rabbnya)." (Fathul Bari)

Faedah dari hadits di atas: Ibnu Daqiq Al Ied menjelaskan, "Orang tadi biasa membaca surat selain Al Ikhlash lalu setelah itu dia menutupnya dengan membaca surat Al Ikhlash (maksudnya: setelah baca Al Fatihah, dia membaca dua surat, surat yang terakhir adalah Al Ikhlash, pen). Inilah yang dia lakukan di setiap rakaat. Kemungkinan pertama inilah yang nampak (makna zhohir) dari hadits di atas. Kemungkinan kedua, boleh jadi orang tadi menutup akhir bacaannya dengan surat Al Ikhlash, maksudnya adalah surat Al Ikhlas khusus dibaca di rakaat terakhir.

Kalau kita melihat dari kemungkinan pertama tadi, ini menunjukkan bolehnya membaca dua surat (setelah membaca Al Fatihah) dalam satu rakaat." Demikian perkataan Ibnu Daqiq. (Fathul Bari)

Lantas apakah perbuatan orang tersebut perlu dicontoh? Jawabannya, para ulama (semacam Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin) memberi penjelasan bahwa perbuatan semacam ini tidak perlu dicontoh karena beliau hanya menyetujuinya saja, namun bukan bermaksud orang lain untuk mengikutinya dengan membaca Al Ikhlas di akhir bacaan.

I

>>>>Upgrade Now<<<<<<

http://sevenptr.com/scripts/runner.php?EA=201504141320256392 AOL Users

Download Tafsir Al Qur'an


Download Tafsir Al Qur'an


1. Tafsir Hidayatul Insan Jilid 1 (PDF)
Ebook Tafsir Hidayatul Insan Jilid 1 ini adalah Tafsir Al Qur'an Al Karim, sebuah tulisan karya Al Ustadz Marwan bin Musa yang kami tampilkan dalam website ini dan kami sediakan versi pdf nya agar memudahkan ikhwah sekalian yang ingin membacanya secara offline. Jilid 1 menampilkan Tafsir Surat Al Fatihah hingga Surat Al An'am dengan jumlah halaman 448 Halaman dan ukuran file 4,6 MB. Download Tafsir Al Qur'an Al Karim Bahasa Indonesia - Tafsir Hidayatul Insan Jilid 1 di link berikut ini:
Tafsir Hidayatul Insan Jilid 1

2. Tafsir Hidayatul Insan Jilid 2
Ebook Tafsir Hidayatul Insan Jilid 2 ini adalah Tafsir Al Qur'an Al Karim, sebuah tulisan karya Al Ustadz Marwan bin Musa yang kami tampilkan dalam website ini dan kami sediakan versi pdf nya agar memudahkan ikhwah sekalian yang ingin membacanya secara offline. Jilid 2 menampilkan Tafsir Surat Al A'raaf hingga Surat Thaha dengan jumlah halaman 492 Halaman dan ukuran file 5 MB.
Download Tafsir Al Qur'an Al Karim Bahasa Indonesia - Tafsir Hidayatul Insan Jilid 2 di link berikut ini:
Tafsir Hidayatul Insan Jilid 2

3. Tafsir Hidayatul Insan Jilid 3
Ebook Tafsir Hidayatul Insan Jilid 3 ini adalah Tafsir Al Qur'an Al Karim, sebuah tulisan karya Al Ustadz Marwan bin Musa yang kami tampilkan dalam website ini dan kami sediakan versi pdf nya agar memudahkan ikhwah sekalian yang ingin membacanya secara offline. Jilid 3 menampilkan Tafsir Surat Al Anbiyaa hingga Surat Al Mu'min dengan jumlah halaman 514 Halaman dan ukuran file 4,6 MB.
Download Tafsir Al Qur'an Al Karim Bahasa Indonesia - Tafsir Hidayatul Insan Jilid 3 di link berikut ini:
Tafsir Hidayatul Insan Jilid 3

4. Tafsir Hidayatul Insan Jilid 4
Ebook Tafsir Hidayatul Insan Jilid 4 ini adalah Tafsir Al Qur'an Al Karim, sebuah tulisan karya Al Ustadz Marwan bin Musa yang kami tampilkan dalam website ini dan kami sediakan versi pdf nya agar memudahkan ikhwah sekalian yang ingin membacanya secara offline. Jilid 4 menampilkan Tafsir Surat Fushilat hingga Surat An Naas dengan jumlah halaman 510 Halaman dan ukuran file 4,2 MB.
Download Tafsir Al Qur'an Al Karim Bahasa Indonesia - Tafsir Hidayatul Insan Jilid 4 di link berikut ini:
Tafsir Hidayatul Insan Jilid 4

DOWNLOAD KITAB HADITS 9 IMAM


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


DOWNLOAD KITAB HADITS 9 IMAM


Kitab Hadits 9 Imam atau kutubut tis'ah  Memuat 9 kitab Hadits di antaranya :

1. Shahih Bukhari
2. Shahih Muslim
3. Sunan Abu Daud
4. Sunan Tirmidzi
5. Sunan Nasa'i 
6. Sunan Ibnu Majah
7. Musnad Ahmad
8. Muwatto'Malik
9. Sunan Ad-darimi

Semuanya bisa antum download gratis.
  
BACA DULU PETUNJUKNYA SUPAYA ANTUM BERHASIL PROSES INSTALNYA :


Langkah pertama silahkan Antum download dulu kitab 9 Imam (kutubut tis'ah) :

LINK   No.1 DOWNLOAD GRATIS DI SINI :
Download Kitab 9 Imam
  
Langkah kedua silahkan Antum download dulu kode 9 hadits.

LINK  No. 2 DOWNLOAD GRATIS KODENYA DI SINI :

Kode Kitab Hadits 9 Imam 
TATA CARA INSTAL KITAB 9 IMAM ( KUTUBUT TIS'AH) 


Setelah Antum selesai download sebelum menginstal software Kitab.Hadits.9.Imam  silahkan Rubah dulu Setingan waktu di komputer Antum ke setingan tahun 2009. Kalau setingan waktu komputer tidak Antum seting  ke setingan tahun 2009 maka software  Kitab.Hadits.9.Imam tidak akan jalan atau tidak akan bisa di buka. Dan kalau Antum mau membuka software Kitab.Hadits.9.Imam  pastikan dulu waktu di komputer Antum setingan waktu tahun 2009. Hari, Tanggal dan Bulan tidak perlu di seting. Cukup seting waktu komputer Antum tahun nya saja ke Setingan Tahun 2009. Perhatikan gambar di bawah ini.
 

 


 
 

  
 klik Kitab.Hadits.9.Imam


Lalu klik Instal dengan klik setup-sms.exe

Lalu Klik Lanjutkan

  
Lalu Klik Lanjutkan



Lalu Klik Lanjutkan

  
Lalu Klik Lanjutkan

 Lalu Klik Lanjutkan


Lalu Klik Instal

Tunggu proses Instal sampai selesai hasilnya seperti ini :

  

  
PERHATIAN : UNTUK MENJALANKAN PROGRAM INI ANTUM HARUS SETING DULU PENGATURAN WAKTU DI COMPUTER ANTUM  KE TAHUN 2009.

 

KALAU SETINGAN WAKTU COMPUTER ANTUM GA DI RUBAH KE TAHUN 2009 PROGRAM INI TIDAK AKAN JALAN DAN TIDAK AKAN BISA DI BUKA.

SEMOGA MENJADI AMLA SHALEH BAGI ANA DAN PEMBUAT SOFTWARE INI. AMIIN.

INILAH KODE INSTAL Kitab.Hadits.9.Imam :

NAMA : Muslim
Alamat : Bumi Alloh yang luas
no hp : 6281311543690
SN : D6346A485D43
Reg Key : 1fb43dea33ac
Act key : 1c2cd3cfef89 

CUKUP ANTUM COPY PASTE ATAU DOWNLOAD LANGSUNG LINK NYA
 Terdapat 62 ribu hadits lebih dari 9 kitab hadits (kutubut tis’ah) lengkap dengan teks Arab dan terjemah dalam bahasa Indonesia.
Seluruh hadits disajikan menyerupai buku digital yang nyaman. Setiap hadits dilengkapi diagram sanad, serta informasi dari perawi hadits tersebut.
Mendukung beberapa metode penomoran hadits yang telah dikenal secara luas (Al-Alamiyah, Fathul Bari, Syarah An-Nawawi, dll).
Setiap hadits yang ditampilkan (kecuali Musnad Ahmad) dilengkapi dengan derajat keshahihan hadits menurut ulama.
Berbagai sanad (jalan sampainya hadits) dari suatu hadits ditampilkan dalam bentuk diagram yang informatif.
Informasi dari perawi suatu hadits ditampilkan sehingga kita dapat lebih mudah mengenal perawi tersebut.
Statistik keberadaan perawi dalam sanad berbagai hadits dari setiap buku hadits ditampilkan dalam bentuk grafik yang informatif.
Terdapat pohon jalur sanad dari suatu hadits yang menampilkan “penggabungan” berbagai sanad dari hadits tersebut.
Teks arab dan latin (terjemah) dari setiap hadits dapat disalin (copy) dan ditempel (paste) ke aplikasi lain dengan mudah.
Pencarian atas hadits dapat dilakukan dengan mudah baik pada seluruh buku maupun pada buku tertentu. Hasil pencariannya juga dapat disaring.
Fasilitas Bookmark untuk menandai hadits dan memasukkannya ke dalam grup tertentu. Kita juga dapat memberikan catatan atas hadits yang dibuka.
Font yang digunakan pada teks arab dan latin dapat ditampilkan menggunakan berbagai font yang telah di-install pada komputer user sebelumnya.
Aplikasi akan secara otomatis memberikan pewarnaan untuk membedakan antara sanad, perawi, dan matan suatu hadits.
On-screen keyboard untuk mengetik huruf arab sehingga mempermudah user yang tidak menggunakan keyboard arab.
Perawi pada diagram sanad ditampilkan dengan warna yang berbeda sesuai klasifikasinya. Juga tersedia legend warna yang digunakan.
DAN YANG TIDAK KALAH PENTING: KAMI SEDIAKAN SECARA GRATIS, FREE, CUMA-CUMA, SAUDARA HANYA MEMERLUKAN KONEKSI INTERNET SAJA. 

KITAB-KITAB HADITS DI LENGKAPI TEKS ARAB DAN TERJEMAH INDONESIA SILAHKAN DOWNLOAD DI BAWAH INI :

AKHIRAT – HIDUP SETELAH MATI


AKHIRAT – HIDUP SETELAH MATI 


Pertanyaan: Bagaimana anda membuktikan eksistensi akhirat, yaitu kehidupan setelah mati? 

Jawaban: 
1)  Iman/kepercayaan  terhadap  hari  akhir tidak  didasarkan  oleh kepercayaan buta 
Banyak  orang  bertanya-tanya  bagaimana  orang  dengan  pendekatan  ilmiah  dan  logika  bisa berpegang  pada  kepercayaan  ada  hidup  setelah  mati.  Orang  menganggap  bahwa  mereka  yang iman  terhadap  hari  akhir  adalah  orang  dengan  kepercayaan  yang  buta.  Kpercayaan  tentang kehidupan akhirat didasarkan pada pendapat yang logis. 

2)  Hari  akhir adalah kepercayaan  yang  masuk akal 
Ada  ratusan  ayat  dalam  Al-Qur’an  yang  menyebutkan  fakta-fakta  ilmiah. Banyak  fakta-fakta  yang disebutkan  dalam  Al-Qur’an  telah  dibuktikan  dalam  beberapa  abad  terakhir  ini.  Namun  ilmu pengetahuan  belum  sampai  ke  level  yang  paling  maju  untuk  mengkonfirmasi  setiap  pernyataan dalam Al-Qur’an.  Katakanlah  80%  dari  semua  yang  disebutkan  dalam  Al-Qur’an  terbukti  100%  kebenarannya.  Sisa yang    20%  belum  dikategorikan  secara  ilmiah  sebab  belum  adanya  kemajuan  dalam  teknologi tersebut  untuk  membuktikan benar-tidaknya pernyataan dalam  20%  kandungan Al-Quran tersebut. Dengan  keterbatasan  ilmu  pengetahuan  yang  kita  miliki,  kita  tidak  bisa  mengatakan  bahwa  satu persen  atau  satu  ayat  dalam  Al-Quran  dalam  porsi  yang  20%  ini  salah.  Ketika  80%  isi  Al-Qur’an sudah  dibuktikan  100%  benar,  dan  20%  isi  Al-Qur’an  tersebut  belum  bisa  dibuktikan,  logika  bisa mengatakan  bahwa  pasti  yang  20%  itupun  benar.  Eksistensi  dari  akhirat  yang  disebutkan  dalam Al-Quran termasuk ke dalam porsi yang ke 20% yang logika saya mengatakan bahwa itu benar. 

3)  Konsep kedamaian dan  nilai-nilai  kemanusiaan tidak  berguna  tanpa konsep hari  akhir 
Apakah  perampokan  itu  adalah  tindakan  yang  baik  atau  jahat?  
Seorang  yang  normal  akan mengatakan  bahwa  itu  adalah  perbuatan  yang  jahat.  
Bagaimana  seorang  yang  tidak  percaya  pada hari akhir yakin bahwa tindak kriminal perampokan adalah kejahatan?  
Misalkan  saja,  saya  menjadi  seorang  kriminal  yang  sangat  kuat  dan  berpengaruh  di  dunia,  serta adalah  seorang  yang  pintar  dan  logis.  Saya  mengatakan  bahwa  perampokan  itu  baik  karena membantu  kita  mendapatkan  hidup  yang  mewah  sehingga  merampok  itu  baik  untuk  saya.  Jika ada  seseorang  yang  bisa  memberikan  satu  argumen  yang  logis  mengapa  merampok  itu  suatu kejahatan atau  hal  yang  buruk  bagi  saya,  maka  saya  akan  berhenti  melakukannya.  

Orang  biasanya menyampaikan argumen-argumen berikut: 
a. Seseorang yang dirampok  akan  menghadapi  kesulitan ataupun  masalah 
Beberapa  orang  akan  mengatakan  bahwa  orang  yang  dirampok  akan  menghadapi  kesulitan-kesulitan.  Saya  sangat  setuju  bahwa  perampokan  memang  tidak  baik  bagi  si  korban.  Tapi merampok  itu  baik  untuk  saya,  kok.  Jika  saya  merampok  ribuan  dolar,  saya  bisa  menikmati makanan yang enak di restoran bintang 5. 

b. Seseorang  yang merampok  mungkin  akan  dirampok  juga  (karma) 
Beberapa  orang  berpendapat  bahwa  suatu  hari  saya  akan  dirampok.  Tapi  tak  akan  ada  satu  orang pun  yang  akan  merampok  saya  karena  saya  adalah  seorang  kriminal  yang  kuat  dan  berkuasa,  dan saya  memiliki  banyak  bodyguards.  Saya  bisa  merampok  siapapun  tapi  tak  ada  seorangpun  yang bisa  merampok  saya.  Merampok  mungkin  bisa  menjadi  pekerjaan  yang  beresiko  untuk  orang biasa, tapi tidak untuk orang yang berpengaruh seperti saya. 

c. Polisi  bisa menangkap 
Beberapa  orang  berkata,  jika  kau  merampok,  maka  kau  akan  ditangkap  polisi.  Polisi  tidak  akan dapat  menangkap  saya  karena  saya  mungkin  bisa  membayar  polisi.  Saya  sepakat  jika  ada  yang mengatakan  bahwa  kalau  orang  kebanyakan  yang  merampok  maka  dia  akan  tertangkap  dan  itu adalah  hal  yang  buruk  bagi  mereka,  tapi  saya  adalah  orang  yang  berbeda  dari  orang  kebanyakan. Saya adalah kriminal yang berkuasa dan berpengaruh!  

d.  Merampok  adalah metode memperoleh uang  secara mudah   
Beberapa  orang  mengatakan  bahwa  merampok  itu  mendapatkan  uang  dengan  mudah  dan  saya sepakat.  Itu  lah  salah  satu  alasan  utama  mengapa  saya  merampok.  Jika  ada  orang  yang  memiliki pilihan  lain  untuk  mendapatkan  uang  semudah  itu,  orang-orang  yang  logis  pasti  akan  memilih cara yang paling mudah. 

e. Merampok itu  tidak  manusiawi 
Beberapa  orang  mengatakan  bahwa  merampok  itu  tidak  manusiawi  dan  bahwa  orang  semestinya peduli  terhadap  orang  lain.  Saya  akan  melawan  pendapat  ini  dengan  bertanya,  untuk  siapa  hukum kemanusiaan  ini  dan  mengapa  saya  harus  mengikutinya?  Hukum  semacam  ini  mungkin  baik untuk  orang-orang  yang  sentimental  dan  emosional  tapi  saya  adalah  orang  yang  logis  dan  saya melihat tidak adanya keuntungan dengan peduli pada orang lain. 

f. Merampok  adalah  tindakan yang egois 
Beberapa  orang  mengatakan  bahwa  merampok  adalah  hal  yang  egois.  Benar,  merampok  adalah tindakan  yang  egois,  tapi  kenapa  saya  tidak  boleh  egois?  Hal  itu  membuat  saya  bisa  menikmati hidup. 

-    Tidak  ada  alasan  yang  logis  yang  mengatakan  bahwa  merampok  adalah  tindakan yang tidak  baik 
Semua  argumen  yang  berusaha  membuktikan  bahwa  merampok  adalah  tindakan  yang  tidak baik  telah  gagal.  Semua  argumen  tersebut  mungkin  memuaskan  bagi  orang  kebanyakan  tapi tidak  bagi  seorang  kriminal  yang  berkuasa  dan  berpengaruh  seperti  saya.  Tak  satupun  dari semua  argumen  tersebut  yang  bisa  mempertahankan  kekuatan  alasan  dan  logika.  Maka  tak heran  jika  ada  begitu  banyak  kriminal  di  dunia  ini.  Sebagaimana  pemerkosaan,  penipuan  dan lain  sebagainya  bisa  dibenarkan  sebagai  hal  yang  baik  bagi  orang  seperti  saya  dan  tidak  ada satupun  argumen  yang  logis  yang  bisa  meyakinkan  saya  bahwa  hal-hal  tersebut  adalah  hal yang tidak baik. 

-    Seorang  Muslim  bisa  meyakinkan seorang  kriminal  yang berkuasa dan berpengaruh 
Sekarang  mari  kita  bertukar  peran.  Semisal  Anda  adalah  seorang  kriminal  yang  sangat berkuasa  dan  berpengaruh  di  dunia  yang  sanggup  membayar  polisi  dan  penegak  hukum.  Anda memiliki  kekuatan militer  untuk  melindungi  anda. Dan saya adalah seorang  Muslim  yang  akan meyakinkan  Anda  bahwa  merampok,  memperkosa,  menipu  dan  lain  sebagainya,  adalah tindakan  yang  jahat  dan  tidak  baik.  Meskipun  saya  menggunakan  alasan-alasan  di  atas  untuk membuktikan  bahwa  merampok  itu  adalah  hal  yang  jahat  dan  buruk,  si  kriminal  tersebut  akan merespon  dengan  respon  yang  sama  sebagaimana  tertera  di  atas.  Saya  sepakat  bahwa  si kriminal  itu  berpikir  logis  dan  semua  argumennya  benar  sebab  dia  merupakan  kriminal  yang berkuasa dan berpengaruh. 

-    Setiap manusia  menginginkan keadilan 
Setiap  dan  masing-masing  manusia  memiliki  hasrat  terhadap  keadilan.  Meskipun  dia  tidak menginginkan  keadilan  untuk  orang  lain,  dia  pasti  menginginkan  keadilan  untuk  dirinya sendiri.  Beberapa  orang  dimabukkan  oleh  kekuasaan  dan  pengaruh  dan  membebankan kesakitan  dan  penderitaan  kepada  orang  lain.  Orang  yang  sama  pasti  akan  berkeberatan  jika ketidakadilan  dilakukan  terhadap  mereka.  Alasan  mengapa  orang  menjadi  tidak  sensitif  (peka) adalah  karena  mereka  memuja  kekuasaan  dan  pengaruh.  Kekuasaan  dan  pengaruh  tidak  hanya membuat  mereka  melakukan  ketidakadilan  pada  orang  lain,  tapi  juga  menjaga  agar  orang  lain tidak bisa melakukan ketidakadilan pada dirinya. 

-    Tuhan adalah yang paling Berkuasa dan Adil 
Sebagai  orang  Muslim,  saya  akan  meyakinkan  si  kriminal  mengenai  eksistensi  Tuhan  yang maha  Kuasa (merujuk  ke jawaban yang  membuktikan  eksistensi  Tuhan). Tuhan lebih berkuasa dan  mulia  dibandingkan  dirimu  dan  juga  Tuhan  maha  Adil.  Al-Quran  yang  mulia menyampaikan: 
“Sesungguhnya  Allah  tidak  menganiaya  seseorang  walaupun  sebesar  zarrah,  dan  jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah  akan  melipat  gandakannya dan  memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar” [Al Qur’an 4:40] 

-    Mengapa Tuhan tidak  menghukumku? 
Kriminal,  sebagai  orang  yang  logis  dan  berilmu,  mempercayai  keberadaan  Tuhan  setelah dihadirkan  bukti-bukti  ilmiah  dari  Al  Qur’an.  Dia  mungkin  bertanya  mengapa  Tuhan  yang maha Kuasa dan Adil tidak menghukumnya. 

Orang yang melakukan kecurangan/ketidakadilan harus dihukum 
Setiap  orang  yang  menderita/teraniaya  atas  ketidakadilan  baik  akibat  status  sosial  ataupun keuangan,  pada  umumnya  tentu  menginginkan  pelaku  kejahatan  tersebut  agar  diberikan  hukuman. Setiap  orang  normal  menginginkan  para  penjahat  tersebut  memperoleh  ganjaran  yang  setimpal. Meskipun  sebagian  besar  kejahatan  diberikan  hukuman,  banyak  juga  yang  terbebas  dari  belenggu hukuman.  Mereka  justru  merasakan  kesenangan,  kemewahan  hidup  dan  bahkan  menikmati kebebasan. Bila ketidakadilan dilakukan kepada orang  yang  berkuasa dan memiliki  pengaruh  oleh orang  yang  berkuasa  diatasnya,  demikian  tentu  juga  menuntut  keadilan  agar  pelaku  segera dihukum sesuai perbuatannya. 

Kehidupan ini adalah ujian untuk mencapai akhirat
Tentang hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa: 

“Yang menjadikan mati  dan hidup, supaya Dia  menguji  kamu, siapa diantara  kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia  Maha Perkasa  lagi  Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk ayat 2) 

Ayat  ini  menjelaskan bahwa selama  di  dunia manusia  akan diuji  dan dinilai  amal  kebaikannya kemudian akan diperhitungkan pada hari perhitungan kelak. 

Pengadilan terakhir pada Hari Kiamat 
Dalam ayat suci Al-Qur’an, Surat Ali Imran ayat 185 menyebutkan tentang hal ini, bahwa: 

"Tiap-tiap  yang  bernyawa  akan  merasakan  kematian.  Dan  Sesungguhnya  pada  hari  kiamat sajalah  disempurnakan  pahalamu.  Barang  Siapa  dijauhkan  dari  neraka  dan  dimasukkan  ke dalam  surga,  maka  sungguh  ia  telah  beruntung.  Kehidupan  dunia  itu  tidak  lain  hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” 

Pengadilan  terakhir  akan  diputuskan  pada  Hari  Kiamat  nanti.  Setelah  seseorang  meninggal,  dia akan  dibangkitkan  pada  hari  tersebut  bersama  seluruh  umat  manusia.  Mungkin  saja  seseorang menerima  sebagian  ganjaran  ketika  ia  masih  hidup  di  dunia.  Namun  pahala  dan  hukuman  akan dia  terima  hanya  di  Akhirat  nanti.  Allah  SWT  mungkin  tidak  langsung  menghukum  para  pelaku kejahatan  di  dunia  ini  tapi  kelak  dia  pasti  akan  diperhitungkan  pada  Hari  Perhitungan  (Yaumul Hisab) di hari kiamat dan akan dihukum di akhirat kelak. 

Rosulullah  SAW  juga  bersabda,  "Sesungguhnya  orang  kafir  itu  apabila  ia  melakukan  kebaikan maka  ia  dibalas  dengan  diberi  makanan  di  dunia.  Adapun  orang  Mukmin  maka  Allah  swt menyimpan  kebaikan-kebaikannya  untuk  di  akhiratnya  dan  juga  diberi  rizki  di  dunia  atas ketaatannya" 
Dalam  satu  riwayat,  "Sesungguhnya  Allah  tidak  menzhalimi  kebaikan  seorang  mukmin,  dengan kebaikan  itu  ia  diberi  rizki  di  dunia  dan  diberi  balasan  di  akhirat.  Adapun  orang  kafir  maka dengan  kebaikan-kebaikan  amal  yang  ia  kerjakan  karena  Allah  ia  diberi  rizki  didunia,  sehingga ketika ia memasuki  akhirat  ia tidak  lagi  memiliki  satu  kebaikan yang  harus dibalasnya karenanya" (HR Muslim) 

Jadi  wajar  kalau  banyak  orang  kafir  kaya,  karena  Allah  membalas  kebaikan  mereka  di  dunia  saja, di akhirat kekal di nerakan  (sumber: Islamic Motivation). 

Bentuk Hukuman seperti apa yang dapat diberikan kepada Hitler? 
Hitler  telah  membakar  6  juta  kaum  Yahudi  selama  masa  kekuasaannya.  Meskipun  pihak  berwajib telah  menangkapnya,  Sanksi/Hukuman  apa  yang  dapat  diberikan  kepada  Hitler  bila  dilihat  dari perspektif hukum alam untuk menegakkan keadilan? 

Yang  paling  dapat  dilakukan  adalah  memasukkan  Hitler  ke  ruang  gas  beracun  (gas  chamber), namun  hal  ini  hanya  pantas  untuk  membalas  pembunuhan  satu  orang  yahudi.  Bagaimana  dengan pembalasan atas pembantaian 5.999.999 orang yahudi lainnya? 

Maka, Allah dapat membakar Hitler sebanyak lebih dari enam juta kali di Neraka 
Seperti Firman Allah SWT dalam Kitab Suci Al Qur’an yang berbunyi: 
“Sesungguhnya  orang-orang  yang  kafir  kepada  ayat-ayat  Kami,  kelak  akan  Kami  masukkan  ke dalam  neraka.  Setiap  kali  kulit  mereka  hangus,  Kami  ganti  kulit  mereka  dengan  kulit  yang  lain, supaya mereka merasakan  azab. Sesungguhnya Allah  Maha Perkasa lagi  Maha  Bijaksana.” 
(QS. An-Nisa ayat 56) 

Jadi,  jika  Allah  berkehendak  Dia  dapat  membakar  Hitler  sebanyak  6  (enam)  juta  kali  pada  hari kiamat  di  dalam  Neraka  kelak.  Untuk  itu  kejahatan  yang  dilakukan  siapapun  akan  terbalaskan kelak pada hari Kiamat. 

Konsep dalam nilai-nilai kemanusiaan tidak terlepas dari Kehidupan Akhirat. 
Sudah  jelas  bahwa  tanpa  meyakinkan  seseorang  tentang  akhirat,  yakni  kehidupan  setelah  mati, konsep  dalam  nilai-nilai  kemanusiaan  dan  tindakan  kebaikan  atau  kejahatan  yang  dilakukan  akan mustahil  untuk  dibuktikan  bagi  orang  yang  telah  melakukan  kejahatan  apalagi  bila  dia  memiliki pengaruh dan kekuasaan. 

(Dr. Zakir Naik)

Syukur termasuk maqam yang tinggi


Al-Ghazali
Allah Swt. telah berfirman: ”Dan sedikit sekali dan hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” (Q.s. Saba’: 13),  “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (Q.s. Ibrahim: 7).
Ketika bertahajjud Rasulullah Saw. menangis, lalu Aisyah r.a. bertanya, “Apa yang menyebabkan Rasulullah menangis, bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda yang terdahulu dan yang akan datang?”


Rasulullah Saw. Menjawab, ”Apakah aku tidak akan menjadi hamba yang bersyukur?”

Rasulullah Saw juga bersabda, ”Pada hari Kiamat diserukan kepada orang-orang yang suka memuja Allah, agar bangun. Maka bangkitlah segolongan manusia, lalu ditegakkan sebuah panji bagi mereka, kemudian mereka masuk surga.” Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah orang-orang yang suka memuji itu?” Beliau menjawab, “Mereka yang selalu bersyukur kepada Allah setiap saat.”
Sabdanya, “Pujian itu merupakan pakaian Yang Maha Pengasih.”

Maqam Syukur
Syukur termasuk maqam yang tinggi. Maqam syukur lebih tinggi dari sabar, khauf, zuhud dan maqam-maqam lainnya yang telah disinyalir sebelumnya. Sebab, maqam-maqam itu tidak diproyeksikan untuk diri sendiri, tapi untuk pihak lain. Sabar misalnya, ditujukan untuk menaklukkan hawa nafsu, khauf merupakan cambuk yang menggiring orang yang takut menuju maqam-maqam yang terpuji, dan zuhud merupakan sikap melepaskan diri dari ikatan-ikatan hubungan yang bisa melupakan Allah Swt. Sedangkan syukur itu dimaksudkan untuk diri sendiri, karenanya, ia tidak terputus di dalam surga. Sedangkan maqam-maqam lainnya, tobat, khauf, sabar dan zuhud tidak ada lagi di surga. Maqam-maqam itu telah terputus dan habis masa berlakunya. Beda dengan syukur, ia abadi di dalam surga. Itulah sebabnya Allah Swt. berfirman:
“Dan penutup doa mereka (penghuni surga) ialah, ‘Alhamdulillahi Rabbil Alaamiin (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam)’.” (Q.s. Yunus: 10).

Anda akan mengetahui hal tersebut, jika Anda telah mengerti tentang hakikat syukur itu sendiri yang terdiri dari tiga rukun: Ilmu, tingkah laku dan amal.

Rukun pertama: Ilmu

Ilmu dalam konteks ini berarti mengetahui dan mengerti tentang nikmat dari Dzat Pemberi nikmat. Seluruh nikmat berasal dari Allah Swt, Dia-lah Yang Maha Tunggal. Seluruh perantaranya merupakan obyek yang ditundukkan. Pengetahuan dan pengertian semacam ini ada di belakang penyucian dari tauhid. Keduanya masuk dalam kategori syukur; bahkan tahap pertama dalam pengertian atau pengenalan iman adalah penyucian (taqdis).
Jika telah mengenal Dzat Yang Qudus, Anda telah tahu bahwa Yang Qudus itu tiada lain hanyalah Dzat Yang Esa, maka inilah yang disebut tauhid.
Kemudian, jika Anda telah mengerti bahwa seluruh yang ada di alam semesta ini merupakan hal yang diciptakan dan bersumber dari Yang Maha Tunggal itu, dan seluruhnya merupakan nikmat dari-Nya, maka itulah yang disebut pujian (al-hamdu).

Dengan struktur sedemikian rupa, diisyaratkan dalam sabda Rasulullah Saw: “Barangsiapa mengucapkan Subhanallah (Maha Suci Allah), baginya sepuluh kebaikan, dan barangsiapa mengucapkan La Ilaha Illallah (tiada Tuhan selain Allah), baginya duapuluh kebaikan, dan barangsiapa mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), maka baginya tigapuluh kebaikan.”
Yang demikian itu, karena penyucian dan pentauhidan, sekaligus masuk dalam lingkup pujian terhadap Allah Swt. Derajat-derajat itu dikriteriakan dengan pengetahuan tentang struktur tersebut. Sementara keutamaan gerak ucapan, bergantung pada titik tolak peluncurannya dan pengetahuan atau bergantung sejauhmana ucapan itu mampu memperbaharui akidah dalam kalbu. Sebab, mulut merupakan sarana untuk menafIkan kelalaian agar pengaruh kealpaan itu bisa musnah.
Jika Anda berkeyakinan, bahwa ada pihak lain selain Allah mempunyai peran dalam nikmat yang tercurah kepada Anda, maka pujian Anda tidak sah dan tidak benar, sehingga ma’rifat dan syukur Anda tidak sempurna.
Anda serupa dengan orang yang memperoleh hadiah dari raja. Orang itu melihat bahwa dalam pemberian hadiah tersebut terdapat campur tangan seorang menteri. Karena turut mempermudah dan mempercepat pemberian hadiah tersebut. Semua itu merupakan dualisme dalam nikmat. Ketika menerima nikmat itu, rasa gembira anda mendua; kepada si perantara dan kepada Sang Maha Pemberi.
Benar, jika Anda misalnya, melihat bahwa anugerah hadiah kepada Anda karena penandatanganan sang raja dengan penanya, maka pena itu jangan sampai mengurangi kadar syukur Anda. Sebab, Anda tahu bahwa pena tersebut tunduk dan ditundukkan oleh-Nya.

Jadi, pena tersebut tidak ikut campur tangan dan melakukan intervensi apa pun dalam nikmat. Sebab itu, janganlah kalbu Anda mendua, mengarahkan rasa gembira pada pena dan mengarahkan rasa syukur kepada sang raja. Karena itu pula, kadang-kadang tidak menoleh kepada bendahara dan wakilnya, yang dia tahu bahwa mereka berdua tunduk dan terpaksa memberi setelah adanya perintah. Keduanya tertundukkan atau tertaklukkan. Namun keduanya tidak berperan serta (turut campur tangan) dalam penganugerahan nikmat atau hadiah.
Begitu pula bila matahati seseorang telah terbuka. Ia tahu bahwa matahari, bulan dan bintang-bintang ditundukkan dengan perintah Allah Swt, seperti halnya pena, kertas dan tinta ketika dibuat penandatanganan. Hati manusia adalah perbendaharaan ilmu Allah, kunci-kuncinya ada di tangan Allah Swt. Lalu Allah membuka perbendaharaan tersebut dengan menundukkan beberapa perantara yang pasti, hingga yakin bahwa kebaikan perbendaharaan itu terdapat dalam penyerahan, misalnya. Ketika demikian, penyerahan itu tidak bisa ditinggalkan. Karena itu, ia terdesak dan perlu memilih faktor-faktor ikhtiar tersebut, sebab tidak seorang pun memberi sesuatu kepada Anda, kecuali untuk tujuan pribadi, yaitu untuk suatu keuntungan tertentu di masa yang akan datang dan untuk mendapatkan pujian pada saat itu pula, atau tujuan-tujuan lainnya. Dan andaikata dia tidak tahu, bahwa keuntungan dirinya tiada bermanfaat bagi diri Anda, dia tidak akan memberi sesuatu kepada Anda. Jadi, dia itu bukanlah pemberi nikmat atau anugerah kepada Anda, sebab dengan pemberian itu ia mempunyai rencana dan usaha tersendiri bagi kepentingan dirinya. Pemberi nikmat yang sebenarnya kepada Anda itu adalah, yang mampu menundukkan seluruh faktor atau sebab kepadanya. Dia juga menyatakan pada dirinya, bahwa tujuannya bergantung pada penunaian dan pemberian nikmat.
Jika Anda telah paham dan mengerti tentang persoalan di atas, Andalah seorang yang bertauhid dan bersyukur, bahkan pemahaman dan pengertian semacam ini merupakan inti syukur.

Nabi Musa as. dalam munajat beliau pernah berkata, “Tuhanku, Engkau menciptakan Adam dengan tangan-Mu sendiri, kemudian Engkau kerjakan, Engkau kerjakan sendiri. Lalu jika demikian, bagaimana mensyukuri-Mu?”
Allah Swt. menjawab, “Dia cukup tahu bahwa hal itu berasal dari Ku, pengertiannya merupakan syukur (kepada-Ku).”

Rukun kedua: Tingkah laku ruhani
Tingkah laku ruhani ini merupakan buah dari pengetahuan di atas. Yaitu, rasa syukur kepada Sang Pemberi nikmat yang disertai dengan ketundukan dan pengagungan.

 Orang yang dihadiahi seekor kuda oleh seorang raja, rasa gembira muncul dari tiga hal. Pertama, gembira karena bisa memperoleh manfaat dari kuda tersebut. Kedua, gembira karena hal tersebut merupakan pertanda, bahwa sang raja sangat memperhatikannya. Dia akan diberi hadiah lebih besar lagi dari sekadar seekor kuda. Ketiga, bahwa agar kuda itu menjadi kendaraannya untuk menghadap raja dan mengabdi kepadanya.
Sasaran sikap pertama, bukanlah bentuk syukur. Itu sekadar rasa gembira terhadap nikmat, bukan rasa syukur terhadap sang pemberi nikmat. Sikap kedua, dikategorikan syukur, namun syukur yang lemah jika dibanding dengan sikap ketiga. Sasaran dengan sikap ketiga itu menunjukkan, bahwa syukur yang sempurna adalah, rasa syukur atas karunia atau dibukanya pintu nikmat oleh Allah. Bukan rasa syukur yang berupa kegembiraan terhadap nikmat, dan perspektif nikmat itu sendiri, yang terkadang malah melalaikan Allah swt. Tetapi dari sisi, bahwa nikmat itu merupakan perantara kepada-Nya, sebab dengan nikmat itulah kebaikan-kebaikan menjadi sempurna.

Tanda-tandanya adalah, dia tidak bersuka cita dengan segala macam nikmat yang dapat melupakan dirinya kepada Allah Swt, tapi justru bersedih karenanya. Ia justru bersuka cita karena adanya larangan-larangan Allah yang berupa kesibukan dengan urusan duniawi dan segala bentuk kenikmatannya. Inilah bentuk syukur yang paling sempurna.
Orang yang tidak bisa merealisasikan syukur dengan versi yang sempurna ini ia wajib bersyukur dengan versi kedua.
Sedangkan syukur dengan versi pertama, bukanlah syukur. Itu sekadar rasa gembira terhadap nikmat yangjatuh ke tangannya, bukan rasa syukur kepada Sang Pemberi nikmat.

Rukun ketiga: Amal
Artinya, dengan nikmat tersebut untuk mencintai-Nya, bukan durhaka kepada-Nya. Yang demikian ini, hanya dipahami orang yang mengenal hikmah Allah kepada seluruh makhluk-Nya. Mengapa Dia menciptakan segala sesuatu? Penjelasan tentang hal ini sangat panjang. Uraiannya penulis jelaskan dalam kitab Al-Ihya’. Antara lain, misalnya dia harus tahu, bahwa mata sendiri adalah nikmat dari Allah. Mensyukuri mata adalah menggunakannya untuk menelaah Kitab Allah, untuk mengkaji ilmu pengetahuan, melakukan studi dan riset tentang langit dan bumi, agar dia mampu menyerap pelajaran darinya dan mengagungkan Sang Penciptanya. Dia juga harus menutupi matanya dari segala bentuk aurat kaum Muslimin.
Kemudian menggunakan telinganya untuk menyimak peringatan dan segala hal yang bermanfaat di akhirat nanti, berpaling dari aktivitas mendengarkan kata-kata keji dan berlebihan.

Menggunakan lisan untuk berdzikir dan memuji Allah, sebagai rasa syukur tanpa keluhan. Sebab, orang yang ditanya tentang keadaannya, lalu mengeluh, maka dia itu tergolong pelaku maksiat. Karena dia mengadukan milik Sang Maha Raja kepada seorang budak hina yang tidak dapat berbuat apa pun. Sebaliknya, bila bersyukur, maka dia tergolong orang taat.
Mensyukuri hati, berarti menggunakannya untuk berpikir, bertafakur, dzikir, berma’rifat, merahasiakan kebaikan dari niat yang baik.
Demikian pula dengan tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh, seluruh harta-benda dan hal-hal lainnya yang tidak terbatas.

Syukur Sempurna
Yang mampu mencapai syukur sempurna adalah orang yang dilapangkan oleh Allah Swt. untuk menerima Islam, yang berarti juga ia mendapat cahaya dari Tuhannya. Ketika ia memandang segala yang ada, yang dilihat adalah hikmah, rahasia dan cinta kasih Allah kepada makhluk-Nya.
Bagi orang yang belum terbuka atau belum dibukakan rahasia-rahasia itu, harus mengikuti sunnah dan aturan-aturan syariat. Sebab, di balik semua itu terdapat rahasia-rahasia syukur.

Seyogyanya dia pun tahu, jika memandang kepada wanita yang bukan muhrim itu berarti dia tidak mensyukuri nikmat mata dan nikmat matahari. Sebab, seluruh nikmat, tidak bisa dilihat secara sempurna, kecuali dengan mata. Sedangkan melihat itu tidak akan terwujud tanpa mata dan cahaya matahari, sementara matahari hanya bisa sempurna dengan langit. Berarti dia tidak pula bersyukur atas nikmat Allah yang ada di langit dan di bumi.
Analogikan semua bentuk kemaksiatan dengan wacana tersebut. Karena maksiat itu sendiri terwujud, disebabkan adanya penciptaan langit dan bumi.
Ini adalah masalah yang dalam dan sangat luas, kami bahas dalam Bab “Syukur” pada kitab lhya’. Kami cukup memberikan satu contoh di sini: Allah menciptakan dinar dan dirham ibarat sebagai hakim dalam segala hubungan. Seluruh harga ditentukan dengan dinar dan dirham. Kalau tidak karenanya, seluruh hubungan sosial ekonomi terhalang. Bagaimana jadinya, membeli pakaian dengan minyak za’faran, dan binatang ternak dibeli dengan makanan? Dinar dan dirham, tidak memiliki hubungan, kecuali sebagai spirit harta-benda. Perspektif yang mengukur keduanya adalah fungsinya sebagai mata uang kontan. Orang yang menyimpan dirham dan dinar, seperti orang yang menahan seorang hakim Muslim, sehingga seluruh hukum terabaikan.
Orang yang menjadikan salah satu di antara dirham dan dinar sebagai milik pribadi, dia sama saja dengan mempekerjakan salah seorang hakim kaum Muslimin di bidang pertanian dan tekstil, yang bisa dilakukan oleh siapa saja, sehingga hukum menjadi tidak berlaku. Ini lebih parah lagi dibanding penahanan.

Barangsiapa membungakan dirham dan dinar, serta menjadikan sebagai sasaran perdagangannya dengan jalan menukar yang baik dengan yang jelek, itu sama halnya dengan orang yang memberi kesibukan seorang hakim sehingga lalai terhadap hukum. Kemudian ia jadikan sebagai bahan ejekan untuk dirinya, menyuruhnya untuk mengumpulkan kayu bakar, menyapu dan mengusahakan makanan pokok.
Itu semua merupakan tindakan lalim dan rekayasa terhadap hukum Allah Swt. atas makhluk dan hamba-hamba-Nya, serta merupakan tindakan memusuhi kecintaan kepada Allah Swt.

Siapa yang dibukakan cahaya mata hatinya, dia hanya tahu pada syariat verbal tanpa makna sebenarnya. Difirmankan kepadanya:
“Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, ‘lnilah harta-bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.” (Q.s. At-Taubah: 34-35).

Ditegaskan pula, “Barangsiapa minum dengan menggunakan bejana dari emas atau perak, maka seakan-akan api neraka jahannam bergolak dalam perutnya.”, Firman-Nya:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Q.s. Al-Baqarah: 275).

Orang-orang yang saleh hanya terpaku pada aturan-aturan syariat, tapi tidak mengetahui rahasia-rahasianya. Sedangkan orang-orang arifin, bila telah mengetahui sendiri rahasia-rahasia dan telah menyaksikan langsung bukti-bukti syariat, semakin bertambahlah cahayanya. Sementara orang-orang buta yang bodoh, hanya mengerti aturan-aturan syariat belaka, mereka terlepas dari seluruh rahasia. Mereka tidak seperti hamba-hamba yang takwa, dan tidak seperti orang-orang merdeka yang mulia. Merekalah yang oleh Allah difirmankan:
“... akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari pada-Ku ...“ (Q.s. As-Sajdah: 13).

Dan Allah Swt. berfirman:
“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa jang diturunkan kepadamu dan Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Sesungguhnya menjadi ingatlah orang-orang yang memiliki lubuk hati.”
(Q.s. Ar-Ra’d: 19).

Allah Swt. juga berfirman:
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia, ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dulunya adalah orang yang melihat?’Allah berfirman, ‘Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan’.” (Q.s. Thaha: 124-126).

Tanda-tanda kebesaran Allah Swt. dan hikmah-Nya terdapat pada makhluk-Nya. Hal ini telah disampaikan kepada manusia melalui lisan para Nabi shalawat dan salam semoga terlimpah kepada mereka seperti yang dijelaskan dalam globalitas syariat, dari awal sampai akhir. Tidak satu pun dari aturan-aturan syariat, yang tidak mengandung rahasia, keistimewaan dan hikmah, yang bisa dimengerti oleh orang yang mengetahui, namun diingkari oleh orang yang tidak mengenalnya.

Penjelasan tentang masalah ini sangat panjang, silakan Anda membacanya dalam Bab “Syukur” di kitab Ihya’.
Syukur tidak akan sempurna, kecuali orang yang teguh demi Allah saja, mengerjakan apa pun demi Allah, bukan untukyang lain, cintanya hanya kepada Allah Swt. Selanjutnya kami uraikan prinsip ikhlas dan jujur.